Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agama

Peranan Pemuda Mengembangkan Dakwah

 “Sebaik-baik pemuda bukanlah yang mengandalkan bapaknya, melainkan pemuda yang mengatakan inilah diriku” Kapan pun zamannya dan dimana pun tempatnya, bahkan sepanjang sejarah pemuda merupakan tiang penyangga umat Islam dan pembawa arah kemajuan. Sejarah telah membuktikan, keberhasilan dakwah Rasulullah Saw tidak terlepas dari peran para pemudanya. Keadaan ini dapat dilihat pada pribadi-pribadi Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan lain sebaginya. Oleh karena itu, untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti pada masa rasulullah dan sahabatnya tidak ada alternatif lain kecuali membina generasi mudanya, sehingga kejayaan Islam yang sering kita elu-elukan dan kita dambakan dapat menjadi kenyataan. Kita patut bersedih manakala pemuda-pemuda kita hari ini lebih banyak disibukkan dengan agenda-agenda duniawi, mereka tersungkur dalam jebakan hedonisme dan konsumerisme di alam modern. Mereka berhura-hura, ke diskotik mengkonsumsi narkoba dan l...

Interaksi Iman dan Ilmu, Pencemaran Thermal

Antara tumbuh-tumbuhan di pihak yang lain dengan manusia dan binatang di pihak yang lain membentuk sistem yang dalam ungkapan bidal Melayu lama berbunyi: Seperti aur dengan tebing, atau dalam ungkapan modern yang canggih bunyinya: Mutualis simbiosis, suatu ekosistem saling menghidupi dan menghidupkan. Aur yang tumbuh di tebing mendapat zat-zat yang dibutuhkan tanaman untuk bertumbuh. Akar-akar aur menusuk ke dalam tanah di tebing untuk dapat mengisap zat-zat yang dibutuhkannya itu. Di pihak yang lain tebing mendapatkan manfaat dari akar-akar rumpun aur, tebing menjadi kuat, tidak mudah terban (tidak pakai g).  Untuk dapat hidup, manusia dan binatang harus mengisi perut, makan dan minum dan mengisap udara, bernafas. Tujuan makan bukan untuk kenyang, karena itu hanya sekadar kesan saja, melainkan makan pada hakekatnya adalah mengisi tubuh dengan bahan bakar. Dan bernafas bukan hanya sekadar menghirup udara segar supaya tidak mati lemas, melainkan mengisi tubuh dengan ok...

Nilai Intelektual Filosofis Dalam Kajian Metafisis

Gambar
Masalah ketuhanan Nahjul Balaghah terbagi dalam dua kategori: (1) dunia materi dengan segala sistem yang berlaku di dalamnya; dunia ini diteliti sebagai kaca yang mencerminkan ilmu dan kesempurnaan penciptanya, dan (2) pemikiran rasional dan perhitungan filosofis murni, dan mayoritas pembahasan Nahjul Balaghah mengenai ketuhanan masuk kategori yang kedua ini, seperti saat membahas sifat Kamâl dan Jalâl Tuhan yang hanya menggunakan metodologi rasional filosofis. Sebagaimana kita ketahui bersama, ada perbedaan pendapat dan keraguan di sebagian orang ketika berbicara tentang nilai pembahasan dan penggunaan metode berpikir rasional filosofis. Sejak dahulu kala sampai sekarang, ada orang-orang yang melarang metodologi ini karena bertentangan dengan syariat atau akal, bahkan duanya. Di zaman kita sekarang, ada kelompok yang beranggapan bahwa hati Islam berseberangan dengan analisa dan argumentasi seperti ini. Akibatnya muslimin dalam mengkaji permasal...

Peranan Pemuda Mengembangkan Dakwah

  “Sebaik-baik pemuda bukanlah yang mengandalkan bapaknya, melainkan pemuda yang mengatakan inilah diriku” Kapan pun zamannya dan dimana pun tempatnya, bahkan sepanjang sejarah pemuda merupakan tiang penyangga umat Islam dan pembawa arah kemajuan. Sejarah telah membuktikan, keberhasilan dakwah Rasulullah Saw tidak terlepas dari peran para pemudanya. Keadaan ini dapat dilihat pada pribadi-pribadi Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan lain sebaginya. Oleh karena itu, untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti pada masa rasulullah dan sahabatnya tidak ada alternatif lain kecuali membina generasi mudanya, sehingga kejayaan Islam yang sering kita elu-elukan dan kita dambakan dapat menjadi kenyataan. Kita patut bersedih manakala pemuda-pemuda kita hari ini lebih banyak disibukkan dengan agenda-agenda duniawi, mereka tersungkur dalam jebakan hedonisme dan konsumerisme di alam modern. Mereka berhura-hura, ke diskotik mengkonsumsi narkoba dan lain...

Siasat Perang

Siasat perang berarti strategi peperangan agar kemenangan berpihak pada umat Islam dan kekalahan menimpa pihak musuh. Di dalamnya ditampakkan dimensi   praktis yang aktual . Dalam kondisi perang, agama memperbolehkan hal-hal yang sebelumnya dilarang, dan melarang hal-hal yang sebelumnya diperbolehkan. Contoh; dalam situasi perang, agama membolehkan berbohong pada musuh, padahal hal itu dilarang dalam kondisi damai. Agama juga melarang bersikap lunak pada tentara, padahal di luar perang sikap itu dianjurkan. Demikianlah, Siasat perang membuat ketentuan-ketentuan khusus dalam peperangan. Ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan cara memperlakukan musuh, berkaitan dengan kode etik perang, berkaitan dengan tentara Islam dan hal-hal yang lainnya. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana memperlakukan musuh, Islam memberikan kewenangan pada khalifah dan umat Islam untuk melakukan apa yang di lakukan musuh kepada mereka, termasuk menghalalkan...

ADA DARI TIADA

Pertanyaan tentang bagaimana alam semesta   berasal, ke mana bergeraknya, dan bagaimana hukum-hukum mempertahankan keteraturan dan keseimbangan selalu menjadi topik yang menarik. Para ilmuwan dan pakar membahas subyek ini dengan tiada henti dan telah menghasilkan beberapa teori. Teori yang berlaku sampai awal abad ke-20 ialah bahwa alam semesta mempunyai ukuran yang tidak terbatas, ada tanpa awal, dan bahwa terus ada untuk selama-lamanya. Menurut pandangan ini, yang disebut ‘model alam semesta statis’, alam semesta tidak mempunyai awal ataupun akhir.Dengan   mengacu filsafat materialis,   pandangan   ini menolak adanya Pencipta seraya masih berpendapat bahwaalam semesta merupakan sekumpulan zat yang konstan, stabil, dan tidak berubah. Materialisme ialah sistem pemikiran yang menganggap bahwa zat itu merupakan suatu makhluk yang mutlak danmenolak segala keberadaan kecuali keberadaan zat. Dengan berakar pada   filsafat Yunani Kuno dan sema...

Utopisme dan Irasionalitas Sistem Khilafah

Jiika khilafah diklaim sebagai sistem pemerintahan Islam yang universal, sesungguhnya akan mudah saja bagi kita menemukan sistem itu dipraktikkan di seantero Arab yang memiliki hubungan genealogis erat dengan sejarah kelahiran khilafah. Tapi yang terjadi adalah, hampir tidak ada negara-negara Timur Tengah yang mengadopsi sistem khilafah sebagai sistem negara modern. Tidak sedikit yang justru beralih mengadopsi sistem republik atau republik demokratis. Proliferasi gerakan Islam berideologi kanan di Indonesia beberapa tahun belakangan, membuka kembali perdebatan tentang khilafah Islam. Ini terjadi karena Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), salah satu eksponen gerakan Islam ideologis di Indonesia, mengusung gagasan perlunya kembali ke sistem khilafah sebagai solusi semua problem yang dihadapi bangsa-bangsa dunia, termasuk Indonesia. Tulisan ini bermaksud mengkaji utopisme dan irasionalitas adopsi sistem khilafah Islam dalam konteks modernitas. Irasionalitas mengadopsi sistem khi...