Welcome to My Blog

Saran dan kritikan dari anda sangat dibutuhkan demi perbaikan mutu blog ini

13 Januari, 2012

Dioda (Elektronika Dasar)


Dioda
(Elektronika Dasar)

Dioda Sebagai Penyearah Arus (Rectifier) 

Berdasarkan sifat-sifat dioda , maka dioda dapat dimanfaatkan sebagai alat penyearah arus bolak-balik (rectifier).

Ada dua macam penyearah yang dikenal, yaitu : 
1.      Penyearah Setenga h Gelombang  (Half-Wave Rectifier),
2.       Penyearah Gelombang Penuh  (Full-Wave Rectifier).

Penyearah Setengah Gelombang
Rangkaian dasar penyearah setengah gelombang diperlihatkan pada gambar 1.11. dimana sisi primer transformator tersambung dengan sumber bolak-balik (ac) sedangkan sisi sekunder dihubungkan seri dengan sebuah dioda dan tahanan beban  (RL).
Jika saklar S ditutup, maka saat t1 – t2 keadaan di titik A misal berpolaritas positip, maka pada  setengah periode ini dioda ada dalam kondisi menghantar sehingga arus IRL mengalir. Arus tersebut akan melewati tahanan RL sehingga antara titik C dan D terbangkit tegangan yang sebanding dengan besarnya arus yang mengalir.


Pada saat t 2 – t3 titik B sedang dalam polaritas negatip dan dioda dalam kondisi menghambat, sehingga  RL dialiri arus reverse yang relatip kecil dan sering diabaikan.  Jika titik A kembali positip pada saat t 3  – t4, maka proses serupa akan terulang sehingga pada RL akan terdapat pulsa positip saja.

Proses perubahan tegangan bolak-balik menjadi pulsa searah ini disebut penyearahan dan dikarenakan hanya setengah periode saja yang dapat dimanfaatkan, maka penyearah seperti ini dikenal sebagai  Penyearah Setengah  Gelombang. Guna menghitung besar harga rata-rata signal yang disearahkan dapat digunakan rumus pendekatan sebagai berikut


Dimana :         Um      = harga maksimum tegangan ac
                        Udc      = harga rata-rata tegangan dc


Penyearah Gelombang Penuh



Ada dua macam penyearah gelombang penuh, yaitu sistem Titik -Tengah (centre-tap) dan Sistem Jembatan (bridge). Penyearah sistem titik-tengah menggunakan transformator centre-tap, dimana jumlah lilitan antara titik AC sama dengan jumlah lilitan pada titik CB.


Ujung A dihubungkan pada dioda D1 dan ujung B pada dioda D2. Ujung lain dari dioda ini dihubungkan pada t itik yang sama dari ujung tahanan RL di titik X dan ujung titik Y disambungkan ke titik tengah transformator C. Kerja penyearah ini dapat dilihat pada gambar 1.14. dimana kurva a1 dan a2 menunjukkan tegangan yang masuk pada dioda D1 dan D2 yang selalu berlawanan phasa dan sama besarnya


Pada saat t 1 – t2 ujung A sedang berpolaritas positip, sedangkan ujung B negatip sehingga pada sat ini dioda D1  yang sedang menghantar (kurva b1 saat t 1 – t2), sedangkan D2 tidak menghantar (kurva b2 saat t1-t2). Pada saat t 2 - t3 ujung A berpolaritas negatip sedang ujung B positip sehingga pada saat ini dioda D2 yang menghantar (kurva b2 saat t 2 - t3) sedang D1 tidak menghantar (kurva b1 saat t2 – t3).

Dengan demikian kedua dioda tersebut secara bergantian setiap setengah periode dan tahanan  RL sertiap saat selalu dilewati arus (kuva c) yang berbentuk pulsa positip. Dikarenakan satu gelombang penuh tegangan bolak-balik telah dimanfaatkan, maka rangkaian ini dinamakan penyearah gelombang penuh. Kelebihan penyearah gelombang penuh dari penyearah setengah gelombang adalah menghasilkan tegangan rata-rata (Udc) duakali lipat atau dituliskan sebagai berikut





Untuk penyearah gelombang penuh Sistem Jembatan diperlukan
empat buah dioda yang dipasang sedemikian rupa seperti diperlihatkan pada gambar. Ketika titik A sedang positip, dioda D1 dan D2 berada dalam kondisi menghantar, sedang dioda D3 dan  D4 tidak menghantar. 

Guna memudahkan anda mengetahui bagaimana sistem ini bekerja, maka ikuti gambar 1.16., dimana ketika titik A sedang negatip, dioda yang menghantar adalah dioda D3 dan D4 ,sedang D1 dan D2 tidak menghantar.
Dengan demikian pada setiap setengah periode tegangan bolak-balik ada dua buah dioda yang bekerja secara serempak sedangkan dua buah lainnya tidak bekerja. Adapun hasil penyearahan dari sistem ini adalah mirip dengan sistem Titik-Tengah.











Dioda sebagai pelipat tegangan (Voltage Multiplier)

Guna melipat tegangan dari suatu sumber tegangan searah , maka dapat dibuat rangkaian pelipat yang dasarnya adalah merupakan rangkaian penyearah tegangan. Besar tegangan yang dilipatkan dapat diatur mulai dari duakali lipat, tigakali lipat atau seterusnya. Sebagai contoh jika anda menghendaki kelipatan dua dari tegangan output suatu penyearah sebagai berikut : 

Jika diketahui tegangan efektiv (rms) suatu sumber ac adalah 4,5 volt, maka tegangan maksimum (Um) adalah 4,5 x ?  2 = 6,3 volt.  Jika tegangan tersebut dilewatkan pada rangkaian pelipat dua, maka tegangan output yang dihasilkan adalah Uo = 2 x 6,3 volt = ?  12,6 volt. 

Rangkaian pelipat dua disebut Doubler, pelipat tiga disebut  Tripler dan pelipat empat disebut Quadrupler atau secara umum pelipat ini disebut sebagai Multiplier .

Pelipat Dua (Doubler)
Ada dua macam rangkaian pelipat dua ini, yaitu untuk setengah gelombang dan gelombang penuh. Rangkaian doubler setengah gelombang seperti terlihat pada gambar 1.17. dan rangkaian ini dikenal sebagai  Rangkaian Villard atau Cascade.

Prinsip Kerja Doubler setengah gelombang 



 Ketika setengah perioda tegangan trafo sisi sekunder sedang positip, maka dioda D1 menghantar sedangkan dioda  D2  –off. Kapasitor  C1 mengisi muatan hingga mencapai tegangan maksimumnya (Um). Secara ideal D 1 terhubung singkat selama setengah periode tersebut dan tegangan input mengisi kapasitor  C1 hingga  Um dengan polaritas seperti pada gambar 1.18.(a). Pada setengah perioda berikutnya sedang negatip, dioda D1 off dan dioda D2 menghantar dan C2 mengisi muatannya.

Pada saat D2 terhubung singkat selama setengah perioda negatip dan D1 membuka kembali, kita dapat menjumlahkan tegangan yang ada pada jaringan sehingga akan ditemukan bahwa Uc2 = 2 Um. Jika paralel dengan kapasitor C2 tidak dibebani, maka kedua kapasitor tersebut akan tetap bermuatan, yaitu  Uc1 = Um dan Uc2 = 2 Um.  Jika output doubler ini dihubungkan dengan sebuah beban, misalnya resistor, maka tegangan Uc2 akan turun selama setengah perioda positip  dan kapasitor tersebut akan mengisi kembali hingga 2 Um pada setengah periode negatipnya. 

Rangkaian doubler gelombang penuh (a) yang dikenal dengan nama Rangkaian Delon dan Rangkaian Multiplier (b).

Dioda Zener 


Dioda zener adalah merupakan dioda yang terbuat dari bahan silikon dan dikenal sebagai Voltage Regulation Diode yang bekerja pada daerah reverse bias (kuadran III) di daerah breakdownnya. Kemampuan dioda zener berkisar mulai 2,4 volt sampai 200 volt dengan disipasi daya ¼ sampai 500 W.

Rangkaian ekuivalen dioda zener merupakan suatu hambatan dinamis yang bernilai relatip kecil dan seri dengan sebuah batere searah yang besarnya sebanding dengan potensial zener tersebut. 

Karakteristik dioda zener
 
Gambar memperlihatkan karakteristik listrik dioda zener yang miripdengan karakteristik dioda pada umumnya. Notasi Uz adalah tegangan reverse dioda, dimana terjadi patahan (breakdown).   Jika tegangan sumber yang dib erikan pada zener lebih kecil dari Uz, maka tahanan dioda zener sekitar 1 Mega ohm bahkan lebih, sedangkan jika tegangan sumber sedikit diatas Uz, arus reverse akan naik dengan cepat. 

Dari karakteristik  terlihat bahwa setelah terjadi tegangan patahan, arus naik   sedemikian rupa sedangkan tegangan zener Uz akan tetap tidak berubah. Kenaikan arus zener ini mempunyai batas maksimal yang diberi notasi Iz max. dan jika terlampaui akan mengakibatkan kerusakan. Oleh karena itu dalam prakteknya dioda zener selalu dipasang serikan dengan sebuah resistor

Zener sebagai penstabil tegangan

Dikarenakan karakteristiknya,  maka zener dioda banyak digunakan sebagai penstabil tegangan searah. Untuk penstabil seperti yang diperlihatkan pada gambar 1.24, kita dapat memperoleh enam tegangan yang stabildan berbeda-beda, yaitu Uz1 s/d Uz3 kemudian variasi Uz1+Uz2, Uz2+Uz3 dan (Uz1+Uz2+Uz3).  Syarat yang perlu diperhatikan dalam penggunaan rangkaian ini adalah  arus yang melewati ketiga zener tidak boleh lebih rendah dari Iz minimum dan tidak boleh melewati Iz maksimum.




Dioda Emisi Cahaya (LED) 



Dioda Emisi Cahaya (Light Emitting Diode= disingkat LED) dikenal dengan istilah lain Solid  State Lamp adalah piranti elektronik gabungan elektronik dengan optic (lensa) dan akhirnya dikenal juga sebagai keluarga Opto-Electronic. Simbol dan bentuk fisiknya diperlihatkan seperti gambar

Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan LED adalah Galium Arsenida(GaAs) atau Galium Arsenida Phospida (GaAsP) atau juga Galium Phospida (GaP) yang dapat memancarkan cahaya dengan warna yang berbeda.  Bahan GaS memancarkan warna infra-merah, Bahan GaAsP warna merah atau kuning sedangkan bahan GaP dengan warna merah atau hijau

Batasan kemampuan LED
LED mempunyai batas kemampuan arus maupun tegangan yang dibedakan berdasarkan warna seperti diperlihatkan pada tabel 3 berikut.

Penggunaan LED
Penggunaan LED dalam rangkaian elektronik dibagi dalam tiga kategori umum, yaitu :
a.      Sebagai lampu indicator,
b.      Untuk transmisi signal cahaya yang dimodulasikan dalam suatu jarak tertentu,
c.       Sebagai penggandeng rangkaian elektronik yang masing-masing terisolir secara total.


Jika LED digunakan sebagai indicator cahaya dalam suatu rangkaian arus bolak-balik, biasanya dihubungkan parallel dengan sebuah dioda penyearah secara terbalik (anti-parallel) seperti terlihat pada gambar

Photo Dioda
Secara umum dioda -cahaya ini mirip dengan PN-Junction, perbedaannya terletak pada persambungan yang diberi celah agar cahaya dapat masuk padanya.  Konstruksi simbol dan bentuk fisiknya dapat dilihat pada gambar

Dioda cahaya ini bekerja pada daerah reverse, jadi hanya arus bocor saja yang melewatinya. Dalam keadaan gelap, arus yang mengalir sekitar 10  A untuk dioda cahaya dengan bahan dasar germanium dan 1A untuk bahan silikon.

Kuat cahaya dan temperature keliling dapat menaikkan arus bocor tersebut karena dapat mengubah nilai resistansinya dimana semakin kuat cahaya yang menyinari semakin kecil nilai resistansi dioda cahaya tersebut.
Penggunaan dioda cahaya diantaranya adalah sebagai sensor dalam pembacaan pita data berlubang (Punch Tape), dimana pita berlubang tersebut terletak diantara sumber cahaya dan dioda cahaya. Jika setiap lubang pita itu melewati celah antara tadi, maka cahaya yang memasuki lubang tersebut akan diterima oleh dioda cahaya dan diubah dalam bentuk signal listrik. Sedangkan penggunaan lainnya adalah dalam  alat pengukur kuat cahaya (LuxMeter), dimana dalam keadaan gelap resistansi dioda cahaya ini tinggi, sedangkan jika disinari cahaya  resistansinya  akan berubah rendah.  Dioda cahaya ini banyak juga digunakan sebagai sensor sistem pengaman (security), misal dalam penggunaan alarm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
Science is My Way of Life