Welcome to My Blog

Saran dan kritikan dari anda sangat dibutuhkan demi perbaikan mutu blog ini

15 Juli, 2010

Aku dan Rabbku

ku ini adalah diriMu
jiwa ini adalah jiwaMU
dengan mataMu ku memandang
dengan telingaMu ku mendengar
dengan lidahMu aku bicara!!
.........................
.........................
(By :Once (Dewa 19)

syair lagu diatas merupakan pengenalan dimensi ketuhanan melalui diri manusia. dalam sebuah bahasa seorang arif mengatakan " Man arafa nafsahu faqad arafa rabbah", barang siapa yang mengenal dirinya, maka is akan mengenal tuhannya". Konsep wahdatul wujud yang dipaparkan oleh Suhrawardi sangatlah jelas mengekspresikan nilai-nilai ketuhanan dalam diri manusia.

ketika ditanya, dari manakah kamu dibuat,??
dijawab: dari tanah"
lalu ditanya lagi, tanah itu dari apa?
dari atom-atom", ditanya lagi atom-atom itu dari proton, elektron dan neutron. lalu unsur-unsur atom itu dari mana???.
apakah ada sesuatu dari alam kosmos ini yang berada diliuar jangkauan ALLAH!!!
pada pertanyaan ini kita tentu akan bingung!!, ada yang menjawab Allahu Alambisshowab(hanya Allah yang mengetahui). Namun apakah manusia tidak layak untuk mengetahui itu??.
yang pastinya segala sesuatu datangnya dari ALLAH, semua orang pasti yakin akan hal itu. anak kecil aja tahu!!. maka ketika ditarik garis lurus diatntara asal muasal tersebut, maka kita akan smapai pda suatu kesimpulan bahwa ternyata materi maupun immateri dari manusia adalh berasal dari Allah.
konsep wahdatul wujud(penyatuan wujud) telah menjadi hal penting untuk dikaji, namun pada tataran lain kita dilarang untuk mempertanyakan, apalgi mengkaji itu, karena itu bukan wilayah nalar!!!
apakh itu benar??, apakah ada stndar baku yang menjadi batasan nalar?? dan kalu ada, apakh hal tersebut merupakan salah satu bagian dari batasan nalar??

Hal inilah yang pernah didemonstrasikan oleh Alhallaj (tokoh sufi mahsyur dijamannya) mengatakan "AnnAllah, AnnAllah (akulah Allah, akulah Allah). sehingga beliau dianggap sesat dan dihukum mati karenanya, sama halnya pula yang dilakukan oleh tokoh sufi ditanah air kita yakni Syekh Siti Jenar dengan ajaran" Manunggaling kawula Gusti". yang pada akhirnya pula dihukum mati oleh para wali songo.

lalu bagaimana dengan kita, bagaimana pengetahuan kita tentang tuhan?? terbesit dibenak kiita, Tuhan itu adalah Zat yang menciptakan Alam semesta, dari mana tahu??. logika sedehana kita akan menjawab, kan kalau ada yang diciptakan, pasti ada yang mencipta. tidak mungkin tercipta dengan sendirinya. atau palinng, kita akan menjawab,"kan ada dalam kitab suci, itu yang ayat sekian tuh". akibatnya kita hanya terkondisikan oleh wilayah-wlayah normatif atau tekstual. tanpa ada eksplorasi yang lebih mendalam. atau ada yang paling ekstrem lagi menjawab dengan memaki dalil, bahwa kita tidak boleh menyakan tentang tuhan. karena ada bias interpretasi akibatnya pemahaman ketuhanan kita hanya terpaut pada kondisi diatas.
Ilmu Allah sangatlah luas, smapai air dilautan pun tidak akan cukup sebagai tinta untuk menulisnya, dan tidak ada salahnya jika kita berusaha untuk menyelaminya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
Science is My Way of Life