Welcome to My Blog

Saran dan kritikan dari anda sangat dibutuhkan demi perbaikan mutu blog ini

13 Januari, 2012

Peranan Pemuda Mengembangkan Dakwah


 “Sebaik-baik pemuda bukanlah yang mengandalkan bapaknya, melainkan pemuda yang mengatakan inilah diriku”


Kapan pun zamannya dan dimana pun tempatnya, bahkan sepanjang sejarah pemuda merupakan tiang penyangga umat Islam dan pembawa arah kemajuan. Sejarah telah membuktikan, keberhasilan dakwah Rasulullah Saw tidak terlepas dari peran para pemudanya. Keadaan ini dapat dilihat pada pribadi-pribadi Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan lain sebaginya. Oleh karena itu, untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti pada masa rasulullah dan sahabatnya tidak ada alternatif lain kecuali membina generasi mudanya, sehingga kejayaan Islam yang sering kita elu-elukan dan kita dambakan dapat menjadi kenyataan.

Kita patut bersedih manakala pemuda-pemuda kita hari ini lebih banyak disibukkan dengan agenda-agenda duniawi, mereka tersungkur dalam jebakan hedonisme dan konsumerisme di alam modern. Mereka berhura-hura, ke diskotik mengkonsumsi narkoba dan lain-lain. Terakhir sempat tersiar kabar bahwa pemuda lebih senang berkomplot (geng) dengan mengendarai motor, berkonvoi dan melakukan tindak kriminal, meresahkan masyarakat, inilah potret generasi yang terombang-ambing oleh zaman.

Namun kita juga patut bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap teman-teman dari JPRMI (jaringan Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia) yang hadir untuk memberikan pengaruh positif dalam masyarakat, terutama memberikan alternatif komunitas (geng) pemuda dan remaja yang berbasis masjid, memberikan kontribusi ril, mengisi saf-saf terdepan dalam setiap salat jamaah dimasjid, terdepan pula mengusung kemajuan dan pembangunan agama, bangsa dan Negara Indonesia.

Teladan Rasulullah

Rasulullah sendiri sangat besar tekadnya dalam memotivasi dan melakukan pembinaan kepada para pemuda, mempersiapkan mereka memanggul tanggung jawab dan mengembangkan dakwah demi kemaslahatan manusia. Via hadis-hadisnya sangat banyak terdapat ungkapan yang berkaitan dengan kehidupan pemuda diantaranya; mengarahkan akidah pemuda untuk berserah diri kepada Allah dan selalu beribadah kepada-Nya, beliau bersabda “tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari kiamat nanti salah satunya adalah pemuda yang sejak kecil sering beribadah kepada Allah Swt (H.R. Syaikhani).

Dalam seruannya kepada para pemuda agar mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk membentuk pribadi pemuda yang disiplin, dan sadar akan pemanfaatan waktu, Rasulullah bersabda “pergunakanlah lima hal sebelum lima hal; hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu, waktu mudamu sebelum masa tuamu, dan waktu kayamu sebelum masa miskinmu” (H.R. hakim). Dalam konteks situasi kehidupan pemuda yang penuh gejolak (dara muda), deviasi seksualitas dan pergaulan yang tidak terarah diantisipasi Rasulullah dengan menegaskan kepada pemuda, jika dirinya merasa sanggup maka segera untuk menikah, karena hal itu lebih dapat mencegah pandangan mata dan memelihara kemaluan (H. R. Jama’ah).

Keutamaan Dakwah
Dalam pandangan Islam, banyak sekali keutamaan dakwah, dalam Alquran banyak ditemukan ayat-ayat yang bersifat memotivasi diri pemuda untuk melakukan dakwah, antara lain; “kamu adalah sebaik-baik ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah… (Q. S. Ali Imran/3:110). Ayat ini memberikan gambaran tentang kedudukan yang tinggi dan mulia bagi orang yang berdakwah. Pada ayat-ayat lain Allah Swt menjanjikan keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang berdakwah. Firman Allah “dan hendaklah kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebijasanaan (makruf) serta mencegah dari yang mungkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung” (Q. S. ali Imran/3: 104). Berdakwah juga merupakan sebaik-baik perkataan (Q. S. Fushilat:33).

Terakhir, orang yang berdakwah akan mendapat anugerah rahmat Allah yang melimpah. Perhatikan firman Allah “dan oran-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang makruf dan mencegah yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan diberikan rahmat oleh Allah sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana” (Q. S. At-taubah: 71).

Keterangan di atas, hendaknya menggugah para pemuda agar senantiasa mempersiapkan dirinya dengan iman, ilmu dan amal agar dapat berperan dalam mengembangkan dakwah. Bukankah kita semuanya menginginkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat dan mendapat rida Allah Swt?, agar keinginan tersebut tercapai salah satu caranya adalah turut berperan dalam mengembangkan dakwah, terutama bagi para pemuda. Karena merekalah yang mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk berdakwah.

Cara Berdakwah
Yang perlu diperhatikan dalam berdakwah adalah mendahulukan yang paling penting diantara yang penting, dalam hal ini mendahulukan akidah tauhid sebelum memberikan materi yang berhubungan dengan ibadah. Sepanjang pengamatan penulis, sebagian dakwah dewasa ini terutama di kalangan pemuda lebi banyak diberikan materi tentang ibadah, tanpa terlebih dahulu diberikan pengajaran tauhid yang mantap. Terlebih tawaran tersebut disertai dengan ancaman-ancaman yang membuat bulu kuduk berdiri. Ke-adaan ini terjadi, karena adanya asumsi pemuda-pemuda yang mengikuti pengajian (ta’lim) adalah beragama Islam sejak lahirnya, agama berdasarkan keturunan.

Sehingga timbul kesan persoalan-persoalan yang dalam rangka memantapkan tauhid dikesampingkan. Untuk itu kita tidak perlu heran banyak diantara para pemuda yang rajin mengikuti pengajian tetapi rajin juga mengerjakan hal-hal yang dilarang oleh agama. Jika kita belajar dari Rasulullah dalam berdakwah membutuhkan waktu yang lebih banyak yakni sekitar 13 tahun dalam rangka memantapkan keimanan manusia kepada Allah Swt, Rasulullah menawarkan tentang persoalan-persoalan ibadah menghabiskan waktu sekitar 10 tahun. Karena waktu yang dibutuhkan sangat lama dan tidak mudah merubah kebiasaan dan keyakinan orang lain, maka dari sini dapat juga dipahami bahwa dakwah membutuhkan ketekunan dan kesabaran dari pelakunya.

Penutup

Pemuda yang akan berperan dalam mengembangkan dakwah adalah pemuda yang memiliki iman yang mantap, ilmu yang memadai dan amal yang ihsani. Ketiganya harus menyatu pada diri pemuda yang akan mengembangkan dakwah Islam. Ilmu berguna memperkaya pengetahuan dan menjadi faktor komplementer dari pemaknaan terhadap keimanan dan kehidupan, dan amal merupakan upaya keteladanan sebagai juru dakwah yang akan menjadi tuntunan mad’u (orang yang didakwahi).

Keseluruhannya semakin dibutuhkan manakala kita melihat begitu pengapnya dunia modernisme yang terbaratkan (westernisasi dan sekulerisasi) karena telah menutup ruang-ruang, ventilasi pada kehidupan manusia di mana agama sejatinya menyinarinya. Karenanya para pemuda juga harus dapat membaca prospek dan tantangan dakwah ke depan muaranya pada massifnya gerakan dakwah yang akan menghantarkan pada ampunan Allah Swt dan kberkahan Negeri Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
Science is My Way of Life